Selasa, 05 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Hari Lahir Pancasila
Menyusul
kekalahan Jepang di akhir Perang Pasifik yang berdampak pada bangkitnya
nasionalisme di negara-negara jajahannya, Jepang pun berusaha menarik simpati.
Di Indonesia dibentuklah Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang dalam bahasa
Indonesia disebut BadanPenyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Padatanggal 1
Juni 1945, Bung Karno berpidato di depan BPUPKI
menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang
dinamakannya Pancasila. Sebelumnya
ada juga pidato-pidato dan penyampaian gagasan dari tokoh-tokoh nasional kala
itu antara lain MuhYamin, namun pidato Bung Karno yang lebih
lengkap isi gagasannya itu yang akhirnya diterima secara aklamasi oleh segenap
anggota BPUPKI. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk
merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada
pidato Bung Karnoitu. Dibentuklah Panitia
Sembilan yang terdiri dari Ir.
Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir,
HA Salim, Achmad Soebardjodan Muhammad Yamin, yang
bertugas merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang
diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu
sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Lewat
proses yang cukup panjang, Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil
dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Rancangan Undang-UndangDasar 1945.
Berkat perjuangan para pemuda, akhirnya kemerdekaan Indonesia terdorongdan diproklamasikan
sendiri pada tanggal 17 Agustus 1945, lepas dari segala skenario yang
disusun oleh Jepang. Undang-Undang Dasar 1945 yang telah dirancang sebelumnya
pun disahkan dan dinyatakan sebagai Dasar Negara Indonesia padatanggal 18
Agustus 1945. Peristiwa-peristiwa politik yang mewarnai kemerdekaan Indonesia
cukup memberikan goncangan pada Dasar Negara Indonesia. Pada tahun 1957-1959
goncangan pertama terjadi dan terselesaikan dengan Dekrit Presiden 1959 yang
menyatakan kembalike UUD 45.Goncangan kedua yang terjadi pasca meletusnya
peristiwa 1965 membuat Soekarno pun ikut “terselesaikan”.
Sampaisekarang,
walaupun Pancasila dan UUD 45 masih “dianggap” sebagai Dasar Negara,
polemic masih berkelanjutan antara lain dinyatakannya tanggal 18 Agustus 1945
sebagai HariLahir Pancasila, bukan 1 Juni 1945. Demikian juga disebutkan,
konsep utamaPancasila berasaldari Mr. Muh.Yamin, yang berpidato lebih dahulu
dari Bung Karno.
Renungan
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat
tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman
kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya
tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang
yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik
perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan
temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali.
Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yg
sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya
ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa
sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan
catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang
menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita
menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup
untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika
Tuhan menjatuhkan “batu” kepada kita.
BIOGRAFI Muhammad Yamin
Muhammad yamin adalah pahlawan nasional, budayawan, dan aktivis hukum terkemuka Indonesia. Lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903 , meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 dan dimakamkan di Talawi, Sawahlunto Sumatera Barat.
Riwayat
pendidikan: Muhammad Yamin tergolong lengkap, mulai dari Hollands Indlandsche
School (HIS), Sekolah guru, Sekolah Menengah Pertanian Bogor, Sekolah Dokter
Hewan Bogor, AMS, hingga sekolah kehakiman (Reeht Hogeschool) Jakarta
Kiprahnya dalam
dunia politik mulai terlihat sejak M Yamin diangkat sebagai ketua Jong Sumatera
Bond tahun 1926-1928. Tahun 1931M Yamin bergabung ke partai Indonesia. Setelah
ini partai ini di bubarkan, ia mendirikan Partai Gerakan Rakyat Indonesia
bersama Adam Malik, Wilopo, dan Amir Syarifuddin. M Yamin
kemudian di angkat sebagai anggota Volksraad dan membentuk golongan nasional
Indonesia. M Yamin merupakan anggota BPUPKI dan anggota panitia 9 yang akhirnya
berhasil merumuskan piagam Jakarta dan menjadi dasar terbentuknya UUD 1945 dan
Pancasila. M Yamin amat mencintai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Profesor M Yamin SH pernah diangkat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia
Pusat (KNIP). Selain itu, ia juga pernah memegang jabatan berbagai macam
menteri dalam kabinet diantaranya menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri
penerangan dan lain-lain.
Peninggalan: Sebagai
seorang sejarawan, M yamin banyak menulis buku sejarah dan sastra yang cukup di
kenal diantaranya Gajah Mada (1945), Sejarah Peperangan Diponegoro, Tan Malaka (1945) Tanah Air (1922), Indonesia
Tumpah Darahku (1928), Ken Arok dan Ken Dedes (1934), Revolusi Amerika, (1951).
. M Yamin
termasuk salah satu pakar hukum dan penyair terkemuka angkatan pujangga baru.
Taufik Abdullah bahkan menganggap Mr Muh Yamin sebagai sejarawan Indonesia
terbesar abad ini.
Berdasarkan SK
Presiden RI No.088/TK/1973, M yamin di anugerahi gelar pahlawan nasional.
Kota Jakarta
Kota pelabuhan yang terletak di
Teluk Jakarta di kawasan Sungai Ciliwung, dengan pelabuhan Sunda Kelapa erat hubungannya
sebagai sejarah asal usul Kota Jakarta, yang merupakan pusat perdagangan sangat
penting sejak abad ke 12 hingga abad ke 16.
Sejak tahun 1511 orang-orang
Portugis sudah bercokol didaratan Malaka. Perhatian orang-orang Portugis untuk
berdagangan, mendapat sambutan baik Raja Penjajaran yang menguasai Sunda Kelapa
kala itu. Untuk mendapat bantuan dalam menghadapi orang-orang islam yang pada
waktu itu pengikutnya sudah banyak di Banten dan di Cirebon. Pada waktu itu
secara bersamaan Demak sudah menjadi Pusat kekuasaan islam.
Kemudian di adakan perjanjian
kerja sama antara raja penjajaran dengan orang Portugis tahun 1522. Dalam
perjanjian itu dinyatakan bahwa orang-orang Portugis di bolehkan mendirikan
benteng di Sunda Kelapa. Sebuah tugu di bangun di tepi sungai Ciliwung,
menandai perjanjian itu.
Tetapi perjanjian itu tidak dapat
diterima oleh kerajaan islam di Demak. Yang saat itu berada di puncak
kejayaannya. Kemudian Sultan Demak mengirimkan bala tentaranya di bawah
pimpinan menantunya yang bernama Fatahillah.
Pasukan Fatahillah berhasil menduduki
Kota Pelabuhan Sunda Kelapa pada tahun 1527. Ketika armada Portugis datang,
pasukan Fatahillah menghancurkannya, sisa-sisa armada Portugis itu melarikan
diri ke Malaka. Kemudian kemenangan itu, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa
menjadi Jayakarta, yang artinya “Kemanangan Yang Berjaya”, menurut perhitungan,
hal itu terjadi pada tanggal 22 Juni 1527. Itulah sebabnya hari tersebut
ditetapkan sebagai hari jadi Kota Jakarta.-Redaksi JendelaMP-
Langganan:
Komentar (Atom)